PERSONAL PRODUCTIVITY

 

armala-personal-productivity

Pada tahun 2002 ketika saya memutuskan untuk pensiun dini dari dunia profesional saat saya berusia 32 tahun dan beralih profesi menjadi seorang wirausaha, saya mengalami euforia sesaat—menikmati kebebasan mengatur waktu sendiri, sampai saya dibangunkan oleh Bill gates. Iyaaa… dibangunkan dari tidur oleh Bill gates yang founder Microsoft itu.

Begini ceritanya,

Waktu saya pensiun, saya membangun bisnis pertama saya dibidang ‘jasa pengangkutan barang’. Mungkin karena pengalaman managerial saya cukup mumpuni saat menjadi profesional (bahasa keren dari pekerja), saya tidak mengalami kesulitan berarti saat membangun bisnis tersebut, sehingga semuanya berjalan lancar-lancar saja. Disamping karena volume bisnis yang masih sangat kecil, membuat saya memiliki banyak waktu luang. Berbeda dengan saat menjadi profesional dulu, meskipun semua pekerjaan bisa dilakukan dengan baik dan hasil yang memuaskan, tetap saja saya harus hadir secara fisik di kantor. Jadi 8-10 jam sehari mengalokasikan waktu untuk bekerja di perusahaan adalah harga mati.

Nah…. saat menjalankan bisnis sendiri, waktu efektif saya bekerja untuk mengurusi semua hal demi kelancaran bisnis saya adalah 2-3 jam sehari. Saat bekerja menjadi profesional pun sebenarnya waktu kerja efektif saya sekitar 3-4 jam juga. Jadi kebayang kan banyak waktu tersisa. Yaaaa…… namanya juga sedang euforia, jadi untuk menghabiskan waktu, sekali lagi MENGHABISKAN WAKTU saya isi dengan banyak tidur—pagi, siang, malam—dan hanya mengantar-jemput anak-anak sekolah. Juga sering menemani si bungsu yang masih sekolah di Kidsports; sehingga saya banak bergaul dengan para babby sitter yang nungguin anak-anak majikannya. Ha… ha.. ha…. ngak penting yaa!

Ditengah kehampaan kekurangan aktivitas, saya mencoba memulai kebiasaan baru, “membaca buku”. Sebagaimana lazimnya setiap mengawali kebiasaan baru, otak saya pun menolaknya. Ia tidak nyaman dengan kehadiran kebiasaan baru ini. Rasa ngantuk dan pusing saat membaca adalah bentuk perlawanan otak (reaksi) untuk menolak kebiasaan baru ini. Namun dengan modal disiplin tinggi yang dimiliki, saya terus melawannya sehingga berhasil menaklukan otak dan menanamkan kebiasaan baru “membaca buku” kedalam pikiran bawah sadar saya, sampai akhirnya bisa melahap rata-rata 20 sampai 30 judul buku setiap bulannya, hingga hari ini.

Peminatan saya yang pertama dalam membaca buku adalah buku-buku biography. Riwayat Matsushita Konosuke adalah buku biography pertama yang saya baca. Perlu waktu satu minggu untuk menamatkannya karena bukunya setebal Yellow Pages Jakarta pada masa itu. Kemudian Biography Henry Ford, Coco Chanel, George Eastment, Jack Welch, George Soros, Warren Buffet, Ichiro Toyota, Mark Mobilis, Andrew Carnegie, Margaret Thatcher, Soekarno, B.J Habibie, Bill Gates, dan lain-lain saya lahap satu persatu. Banyak pelajaran yang saya ambil dari kisah-kisah perjuangan mereka menuju kesuksesan, bukan kesuksesannya itu sendiri.

Saat membaca biography Bill Gates saya terhenyak ketika ia mengatakan bahwa saat membangun Microsoft pertama kalinya, ia hanya tidur 8 jam dalam satu minggu. Dan saat di puncak karirnya ia tidur hanya 4 jam dalam satu hari. Padahal ia sudah menjadi orang terkaya di dunia.

Bill Gates membangunkan saya. Pikiran bawah sadar saya berteriak “armala apa kamu tidak lihat Bill Gates? Ia sudah bertahun-tahun menjadi orang terkaya di dunia dan hanya tidur 4 jam sehari. Kamu yang baru punya usaha dan berpenghasilan segitu tidurnya 8 jam. Ayooo… bangun!!! Lakukan sesuatu!!!!”

Mata saya pun terbelalak dan pikiran mulai menerawang kemana-mana. Dan sejak saat itu saya terus bergerak. Membangun bisnis baru. Membangun lagi dan membangun lagi. Tidak berhenti disana, saya pun mulai getol menyebarkan pengetahuan dan berbagi pengalaman kepada siapa saja yang memerlukan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pemuda-pemudi pengangguran, para supervisor, manajer, direktur dan pemilik perusahaan. Juga menulis buku, memberikan pendampingan bagi para pengusaha UMKM, memberi pelatihan managerial dan leaderships skills bagi para profesional, memberi konsultasi bagi organisasi perusahaan yang sedang dikembangkan, mengajar di universitas, dan banyak lagi yang saya lakukan hingga sekarang saya merasa sudah cukup produktif. Dan ternyata tidur 4 jam sehari memang cukup, seperti yang telah lama dipraktekan oleh banyak tokoh dunia sebut saja misalnya: Margaret Thatcher, B.J Habibie, Bill Gates, dll.

Nah…. bagaimana dengan Anda. Seberapa produktif Anda?

Saya menyebutnya Personal Productivity.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *